Selasa, 11 Januari 2011

Tauladan Nabi...

Di suatu tempat ada cerita :
      "Ayahku selalu memukul ibu ketika mereka bertengkar, selalu terdengar cacian"
      "Papa selalu mengungkit kesalahan-kesalahan mama yang sudah lalu dan tidak pernah mau mengakui kesalahannya" 
      "Tidak pernah ada kata 'maaf' terlontar dari bibir papa ketika dia melakukan kesalahan. Justru papa mencari dan membuat-buat kesalahan untuk mama"
      "Ibu selalu begitu, marah pada bapak kalo uang bulanan kurang. Selalu uang yang jadi pertengkaran mereka"

Di tempat lain juga ada cerita :
      "Aku belum pernah melihat ayah bunda bertengkar"
      "Ayah sering berkata 'Ibumu adalah belahan jiwa ayah'"

*********************************

Keduanya fenomena yang ada dan nyata dalam kehidupan. Dua fenomena yang sangat bertolak belakang dalam keluarga. Tetapi bagaimana yang seharusnya dilakukan sepasang suami istri dalam bahteranya ?

Sebagai suami, Rasullulah memberikan teladan :
1. Menghormati wanita, terutama istri. Bahkan Rasullulah juga bersabda "Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia; dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina.” 
2. Bersikap lemah lembut dan kasih sayang pada istri. Tidak hanya dari perkataan, tapi juga dari sikap. Rasullulah juga tidak mengkritik hal-hal yang tidak berguna, memaafkan, dan memperbaiki kesalahan istri dengan lembut dan sabar. Bahkan Aisyah sendiri mengatakan “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang waktu shalat, dia pergi shalat.”
3. Lapang dada dan sangat toleransi

Sedangkan sebagai istri, Khadijah memberi teladan :
1. Mendukung suami dalam segala hal yang sesuai dengan tuntunan Al-Quran. “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selainnya.” (Imam Ahmad dalam kitab Musnad-nya)
2. Setia dan taat pada suami
3. Bahkan rela mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya, dan membesarkan hati suaminya di kala merasa ketakutan 

Teladan tersebut mudah diucapkan, mudah dituliskan, tetapi tidak dalam pelaksanaannya. Tetapi jika alasan dasar mengarungi bahtera rumah diingat kembali, dan dipahami, bukan tidak mungkin itu tercapai.

"Sayangilah pasanganmu, karena tanpa kau sadari kau tidak bisa hidup tanpa dia"
"Kasihilah dan bimbinglah pasanganmu, karena sesungguhnya ketika berikrar sehidup semati, maka dialah kekasihmu, pendampingmu, tanggungjawabmu, dan pintu surgamu"
"Cintailah pasanganmu, sebelum Allah memutuskan untuk memisahkan kalian sementara waktu"



Related Cite :
 Bugi, M. 2008. Sepasang Suami-Istri Teladan. http://www.dakwatuna.com/2008/sepasang-suami-istri-
                        teladan/