Jumat, 20 Januari 2012

My conversation

Habis chatting dengan seorang bestfriend yang lama tak sua. Jangankan ketemu, ngobrol di dunia maya juga kayaknya setelah beberapa waktu baru kali ini ngobrol lagi...
Ngobrol kesana kemari seputar kehidupan. Bukan pembicaraan yang ngalor ngidul ngga jelas arahnya, tapi sebuah pembicaraan singkat yang cukup bermakna.

Kenapa bermakna?
Ada beberapa alasan : (1). Nggak nyangka omongannya bisa tingkat tinggi. Apa semua orang kalo memang sudah menikah bisa berbicara begitu ya, apalagi tentang hidup ck ck ck.. Saluut deh, semoga bisa terus menjadi imam yang baik seperti teladan Nabi dan Umar bin Khatab. (2). Sebagai bestfriend, pembicaraan yang ada seperti tidak berubah seperti waktu dulu sering curhat saat masih single. (3). Nasehat yang ngena dengan pembelajaran hidup yang sedang aku jalani.
Pokoknya thanks berat dan saluut.

Dari sekian pembicaraan, ada yang melekat

"Allah punya rencana. Kita dibentuk seperti pelontar agar bisa menyembah-Nya. Kita dibuat rukuk agar bisa menyembah-Nya, kalau belum bisa dengan rukuk, maka kita dibuat sujud, kalau sujud juga belum, maka kita dibuat sujud sampai menangis. Semua itu supaya kita kembali pada-Nya dan sadar bahwa Dia mengendalikan 99,999999% hidup kita, dan kita hanya memiliki 0,000001%"

"Manusia itu ditakdirkan untuk menanggung beban yang bahkan gunung pun tak sanggup menanggungnya. Jadi jangan takut untuk terjatuh karena beban itu"

Subhanallah... semoga selalu diingat.

Terimakasih sudah kembali mengingatkan ^_^
Doa semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah untukmu dan pintu surgamu...


 

Jumat, 13 Januari 2012

I LoVE MamA

Mama = ibu = bunda = umi = inak...
Di dunia ada berbagai macam sebutan untuk seorang Mama, tapi sebenarnya apa arti Mama untuk anak-anaknya ???

Untukku...
Mama adalah seorang yang bodoh pada semua keterbatasannya. Mama selalu mendukung dan mendampingi suami dan anak-anaknya. Saat suami dan anak-anak tidak mau mendengarkan pendapat dan nasihatnya, Mama masih terus mendampingi dan mendoakan. Mama lebih memilih diam agar rumah tetap tenang dibandingkan otot-ototan mempertahankan pendapatnya.

Mama adalah seorang wanita yang serba kekurangan. Mama tidak memperhatikan apakah Mama punya baju atau tidak, makan dengan lauk atau tidak, punya uang atau tidak. Selama anak dan suami bisa memakai baju yang pantas, makan dengan lauk dan lahap, bisa membayar sekolah anak, Mama sudah sangat berlega hati. Mama tidak pernah memiliki emas berlian yang menempel pada tubuhnya, baginya lebih baik emas berlian itu dijual untuk memenuhi kebutuhan anak-anak daripada memakainya tapi anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan dengan layak.

Mama adalah seorang wanita yang bahkan hampir tidak ada waktu untuk mengurusi dirinya sendiri. Setiap hari Mama bangun dan langsung menyiapkan segala sesuatu, mulai dari menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak ketika masih kecil, membereskan kamar dan rumah. Semua pekerjaan itu dikerjakan Mama mulai dari bangun pagi hingga tertidur di malam hari. Setiap kali Mama menunaikan ibadahnya, dalam sujud dan doanya yang lirih, selalu terucap doa dan permohonan untuk suami dan anak-anaknya, bahkan juga para menantunya. Hampir tidak ada waktu Mama mendoakan dirinya sendiri, kecuali keinginan meninggal dalam kondisi khusnul khotimah dan tidak merepotkan siapa pun saat Beliau akan meninggal nanti.

Mama adalah seorang yang cengeng. Air mata adalah kekuatan para wanita, termasuk juga Mama tersayang. Saat Mama kesal dan begitu banyak beban di hati dan pikirannya, Mama pasti menangis. Saat Mama sakit, Mama diam-diam juga menangis. Saat suami dan anak-anak tidak ada yang memperhatikannya, Mama juga menangis dalam hatinya. Tetapi saat Mama mendengar kita berkata, "I LOVE YOU MAMA. Meski di dunia ini tidak ada yang mengindahkan Mama, tapi insyaallah Mama masih punya aku yang mau menjaga dan mengeman-eman Mama", Mama juga menangis.

Surga memang benar ada di bawah telapak kaki Mama, karena seluruh hidupnya sudah Mama baktikan untuk suami dan anak-anaknya. 
Mama tidak hanya seorang Ibu 'biasa', begitu banyak ketegaran disetiap kelemahan dan keterbatasannya...
Mama adalah inspirasi. Muda-mudahan kelak aku juga bisa menjadi Mama yang tegar untuk cucu-cucu Mama, seperti Mama yang telah kuat untukku.

I LOVE MAMA....





Kamis, 12 Januari 2012

Silent is gold

Pepatah kuno yang ternyata terbukti masih ampuh di jaman modern. Terutama saat kita merasa marah, kesal, yang cenderung akan mengeluarkan segudang sumpah serapah dan caci maki. 
Ketika merasa seluruh luapan emosi akan meledak dan keluar dari ubun-ubun paling atas, selalu teringat pepatah ini. Lalu membaca istiqfar banyak-banyak dalam hati. Ternyata sangat efektif. Istiqfar yang berulang-ulang sangat menenangkan, dan pepatah 'silent is gold' mampu meredam seluruh luapan emosi. Saat terdiam mendengar, melihat dan merasa diperlakukan tidak adil, cukup membuat pikiran lebih jernih dan sedikit lebih dewasa untuk tidak ikut-ikutan membalas segala sikap yang diterima...

Beberapa kawan memang mengatakan, "kalo diam terus kapan dia bakal ngrasa kalo seenaknya". Jawabannya ya tentu aja ga tau. Kalo dia bebal ya ga bakalan nyadar. 
Tapi kalo dipikir-pikir lagi, menghadapi orang bebal dengan segala bentuk ocehan, mulai dari yang halus sampe yang kasar sekalipun, tetep aja ga ngefek. So.. Buang energi juga kalo diladeni dan sekali lagi 'silent is gold' efektif. Pertama-tama memang rasanya makan ati banget meski udah berbotol-botol teh s***o dihabiskan. Tapi yakinlah Alloh itu ga pernah tidur. Tar pasti juga dia kena batunya. Tinggal ikuti aja cara kerja stonefish dalam mencari makan, wait and see..

'Silent is gold' juga menguji tingkat kesabaran kita. Semakin sabar, maka akan makin diam pada tempatnya. Kata orang tua, "kesabaran itu kekuatan, kalo kita mampu sabar sabar dan terus sabar, kita akan menjadi manusia yang teruji". Tapi yang sempat jadi pertanyaan, mau sampai sejauh mana sabarnya???? Jawabannya, sampai sesuai standard Alloh untuk tiap sukma. *Toeng toeng***

Memang hidup itu tempatnya belajar. Belajar diam, belajar sabar, belajar manusia yang terus lebih baik untuk pantas menjadi umat Nya yang sholeh dan sholehah.. Amin....

Rabu, 11 Januari 2012

Still Rasya...

Keponakan baru satu... Otomatis jadi buah hati semua, buah hati ayah bunda, kakek nenek, dan tentu saja tante-tante nya...

Rasya Alfarizki Rasendrya

Sekarang udah 2 tahun 2 bulan. Udah sekolah, pinter ngomong, pinter nangis, pinter lari, termasuk juga pinter nge-les.. Ntah dari sapa dia belajar ng-les itu. Ada aja jawabannya kalo ditanya dengan ekspresinya yang bikin gemes, kesel tapi juga lucu... Ada lagi, keponakan satu ini juga sadar kamera. Mau nangis atau mrengutnya kayak apa, kalo udah dijepret kamera, langsung deh action...





Jadi anak yang sholeh ya....

Rabu, 04 Januari 2012

Beware of Those Tricks....


Pengalaman berusaha bertransaksi dalam jual beli  memberikan pelajaran untuk tetap waspada pada orang-orang yang melakukan trik-trik dalam mengambil keuntungan pribadi dan menguras kocek kita. Ternyata banyak cara yang mereka lakukan, mulai dari sms, telepon dan berpura-pura tertarik menjadi buyer...


Pertama berupa sms :
" Saya Ibu Lililili sudah melakukan survey atas bisnis Ibu/Bapak dan merasa tertarik. Untuk masalah penawaran dan harga, silakan hubungi suami saya Bapak Lalalala di nomor xxxxxxxxxxxx, supaya tanpa perantara "


Kedua berupa telepon yang inti pembicaraannya:
" Saya Bapak Tralala, kemaren saya sudah survei Pak dan setelah berunding dengan istri saya, rasanya kami tertarik. Berapa penawaran yang Bapak berikan? Kalo saya tawar Rp. sekian, bagaimana Pak? Tapi saat ini saya sedang di luar kota. Bisa tanggal xx kita ketemu untuk transaksinya? Tapi tolong jangan ditawarkan ke orang lain dulu ya Pak. Saya DP dulu sebagai tanda jadi. Bisa tolong sms kan nomor rekening Bapak? "


Kedua cara itu, ujung-ujungnya sama juga. Menguras uang rekening kita. 
Nanti setelah dikirim nomor rekening, katanya uang DP sudah dikirim. Tapi kalau di cek tidak ada yang masuk. Trus kita hubungi si pembeli, yang kemudian akan meminta orang yang mengaku sebagai orang bank untuk membimbing kita mencet-mencet tombol di ATM. Kecurigaan pertama adalah orang bank itu akan tanya berapa no PIN kita dan berapa sisa saldo kita sebelum ditransferkan uang. Lalu bertanya lagi no yang tertera di ATM kita.
Setelah itu baru.... Pencet-pencet tombol dan.... Yang ada justru kita yang mentransfer pembeli. Nah lho.....


Selama melakukan usaha jual-beli, entah sudah berapa puluh sms serupa dengan nomor dan nama yang berbeda-beda. Begitu pula entah sudah berapa kali telepon dengan protokoler yang sama.


Trik-trik itu tidak hanya dikalangan jual-beli, di dunia pendidikan juga sama.
Mereka biasanya meng-atas namakan DIKTI yang mengadakan pelatihan dengan jumlah peserta terbatas atau panitia seminar yang meminta kita menjadi keynote speaker dalam seminarnya. Nanti dalam informasi yang mereka sampaikan, mereka bilang akan mengirimkan sejumlah uang untuk transpor dan akomodasi persiapan kegiatan ke nomor rekening. Bila kita lengah atau pikiran kosong, mereka akan sekali lagi mengatur kita mengutak-atik tombol demi tombol di mesin ATM yang ujungnya juga sama, kita mentransfer dan bahkan mengosongkan rekening kita.


So... Beware of those tricks...

*ini hanya sekedar share dan himbauan agar kita waspada, tidak memberi contoh atau pun mengarah pada orang-orang tertentu*