Pengalaman berusaha bertransaksi dalam jual beli memberikan pelajaran untuk tetap waspada pada orang-orang yang melakukan trik-trik dalam mengambil keuntungan pribadi dan menguras kocek kita. Ternyata banyak cara yang mereka lakukan, mulai dari sms, telepon dan berpura-pura tertarik menjadi buyer...
Pertama berupa sms :
" Saya Ibu Lililili sudah melakukan survey atas bisnis Ibu/Bapak dan merasa tertarik. Untuk masalah penawaran dan harga, silakan hubungi suami saya Bapak Lalalala di nomor xxxxxxxxxxxx, supaya tanpa perantara "
Kedua berupa telepon yang inti pembicaraannya:
" Saya Bapak Tralala, kemaren saya sudah survei Pak dan setelah berunding dengan istri saya, rasanya kami tertarik. Berapa penawaran yang Bapak berikan? Kalo saya tawar Rp. sekian, bagaimana Pak? Tapi saat ini saya sedang di luar kota. Bisa tanggal xx kita ketemu untuk transaksinya? Tapi tolong jangan ditawarkan ke orang lain dulu ya Pak. Saya DP dulu sebagai tanda jadi. Bisa tolong sms kan nomor rekening Bapak? "
Kedua cara itu, ujung-ujungnya sama juga. Menguras uang rekening kita.
Nanti setelah dikirim nomor rekening, katanya uang DP sudah dikirim. Tapi kalau di cek tidak ada yang masuk. Trus kita hubungi si pembeli, yang kemudian akan meminta orang yang mengaku sebagai orang bank untuk membimbing kita mencet-mencet tombol di ATM. Kecurigaan pertama adalah orang bank itu akan tanya berapa no PIN kita dan berapa sisa saldo kita sebelum ditransferkan uang. Lalu bertanya lagi no yang tertera di ATM kita.
Setelah itu baru.... Pencet-pencet tombol dan.... Yang ada justru kita yang mentransfer pembeli. Nah lho.....
Selama melakukan usaha jual-beli, entah sudah berapa puluh sms serupa dengan nomor dan nama yang berbeda-beda. Begitu pula entah sudah berapa kali telepon dengan protokoler yang sama.
Trik-trik itu tidak hanya dikalangan jual-beli, di dunia pendidikan juga sama.
Mereka biasanya meng-atas namakan DIKTI yang mengadakan pelatihan dengan jumlah peserta terbatas atau panitia seminar yang meminta kita menjadi keynote speaker dalam seminarnya. Nanti dalam informasi yang mereka sampaikan, mereka bilang akan mengirimkan sejumlah uang untuk transpor dan akomodasi persiapan kegiatan ke nomor rekening. Bila kita lengah atau pikiran kosong, mereka akan sekali lagi mengatur kita mengutak-atik tombol demi tombol di mesin ATM yang ujungnya juga sama, kita mentransfer dan bahkan mengosongkan rekening kita.
So... Beware of those tricks...
*ini hanya sekedar share dan himbauan agar kita waspada, tidak memberi contoh atau pun mengarah pada orang-orang tertentu*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar