Mama = ibu = bunda = umi = inak...
Di dunia ada berbagai macam sebutan untuk seorang Mama, tapi sebenarnya apa arti Mama untuk anak-anaknya ???
Untukku...
Mama adalah seorang yang bodoh pada semua keterbatasannya. Mama selalu mendukung dan mendampingi suami dan anak-anaknya. Saat suami dan anak-anak tidak mau mendengarkan pendapat dan nasihatnya, Mama masih terus mendampingi dan mendoakan. Mama lebih memilih diam agar rumah tetap tenang dibandingkan otot-ototan mempertahankan pendapatnya.
Mama adalah seorang wanita yang serba kekurangan. Mama tidak memperhatikan apakah Mama punya baju atau tidak, makan dengan lauk atau tidak, punya uang atau tidak. Selama anak dan suami bisa memakai baju yang pantas, makan dengan lauk dan lahap, bisa membayar sekolah anak, Mama sudah sangat berlega hati. Mama tidak pernah memiliki emas berlian yang menempel pada tubuhnya, baginya lebih baik emas berlian itu dijual untuk memenuhi kebutuhan anak-anak daripada memakainya tapi anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan dengan layak.
Mama adalah seorang wanita yang bahkan hampir tidak ada waktu untuk mengurusi dirinya sendiri. Setiap hari Mama bangun dan langsung menyiapkan segala sesuatu, mulai dari menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak ketika masih kecil, membereskan kamar dan rumah. Semua pekerjaan itu dikerjakan Mama mulai dari bangun pagi hingga tertidur di malam hari. Setiap kali Mama menunaikan ibadahnya, dalam sujud dan doanya yang lirih, selalu terucap doa dan permohonan untuk suami dan anak-anaknya, bahkan juga para menantunya. Hampir tidak ada waktu Mama mendoakan dirinya sendiri, kecuali keinginan meninggal dalam kondisi khusnul khotimah dan tidak merepotkan siapa pun saat Beliau akan meninggal nanti.
Mama adalah seorang yang cengeng. Air mata adalah kekuatan para wanita, termasuk juga Mama tersayang. Saat Mama kesal dan begitu banyak beban di hati dan pikirannya, Mama pasti menangis. Saat Mama sakit, Mama diam-diam juga menangis. Saat suami dan anak-anak tidak ada yang memperhatikannya, Mama juga menangis dalam hatinya. Tetapi saat Mama mendengar kita berkata, "I LOVE YOU MAMA. Meski di dunia ini tidak ada yang mengindahkan Mama, tapi insyaallah Mama masih punya aku yang mau menjaga dan mengeman-eman Mama", Mama juga menangis.
Surga memang benar ada di bawah telapak kaki Mama, karena seluruh hidupnya sudah Mama baktikan untuk suami dan anak-anaknya.
Mama tidak hanya seorang Ibu 'biasa', begitu banyak ketegaran disetiap kelemahan dan keterbatasannya...
Mama adalah inspirasi. Muda-mudahan kelak aku juga bisa menjadi Mama yang tegar untuk cucu-cucu Mama, seperti Mama yang telah kuat untukku.
I LOVE MAMA....
Di dunia ada berbagai macam sebutan untuk seorang Mama, tapi sebenarnya apa arti Mama untuk anak-anaknya ???
Untukku...
Mama adalah seorang yang bodoh pada semua keterbatasannya. Mama selalu mendukung dan mendampingi suami dan anak-anaknya. Saat suami dan anak-anak tidak mau mendengarkan pendapat dan nasihatnya, Mama masih terus mendampingi dan mendoakan. Mama lebih memilih diam agar rumah tetap tenang dibandingkan otot-ototan mempertahankan pendapatnya.
Mama adalah seorang wanita yang serba kekurangan. Mama tidak memperhatikan apakah Mama punya baju atau tidak, makan dengan lauk atau tidak, punya uang atau tidak. Selama anak dan suami bisa memakai baju yang pantas, makan dengan lauk dan lahap, bisa membayar sekolah anak, Mama sudah sangat berlega hati. Mama tidak pernah memiliki emas berlian yang menempel pada tubuhnya, baginya lebih baik emas berlian itu dijual untuk memenuhi kebutuhan anak-anak daripada memakainya tapi anak-anak tidak bisa mengenyam pendidikan dengan layak.
Mama adalah seorang wanita yang bahkan hampir tidak ada waktu untuk mengurusi dirinya sendiri. Setiap hari Mama bangun dan langsung menyiapkan segala sesuatu, mulai dari menyiapkan sarapan, memandikan anak-anak ketika masih kecil, membereskan kamar dan rumah. Semua pekerjaan itu dikerjakan Mama mulai dari bangun pagi hingga tertidur di malam hari. Setiap kali Mama menunaikan ibadahnya, dalam sujud dan doanya yang lirih, selalu terucap doa dan permohonan untuk suami dan anak-anaknya, bahkan juga para menantunya. Hampir tidak ada waktu Mama mendoakan dirinya sendiri, kecuali keinginan meninggal dalam kondisi khusnul khotimah dan tidak merepotkan siapa pun saat Beliau akan meninggal nanti.
Mama adalah seorang yang cengeng. Air mata adalah kekuatan para wanita, termasuk juga Mama tersayang. Saat Mama kesal dan begitu banyak beban di hati dan pikirannya, Mama pasti menangis. Saat Mama sakit, Mama diam-diam juga menangis. Saat suami dan anak-anak tidak ada yang memperhatikannya, Mama juga menangis dalam hatinya. Tetapi saat Mama mendengar kita berkata, "I LOVE YOU MAMA. Meski di dunia ini tidak ada yang mengindahkan Mama, tapi insyaallah Mama masih punya aku yang mau menjaga dan mengeman-eman Mama", Mama juga menangis.
Surga memang benar ada di bawah telapak kaki Mama, karena seluruh hidupnya sudah Mama baktikan untuk suami dan anak-anaknya.
Mama tidak hanya seorang Ibu 'biasa', begitu banyak ketegaran disetiap kelemahan dan keterbatasannya...
Mama adalah inspirasi. Muda-mudahan kelak aku juga bisa menjadi Mama yang tegar untuk cucu-cucu Mama, seperti Mama yang telah kuat untukku.
I LOVE MAMA....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar